Perilaku intoleransi di lingkungan sekolah dapat menghambat terwujudnya hubungan sosial yang harmonis sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pencegahan perilaku intoleransi dengan nilai moral melalui layanan konseling individual di SMK Bina Putra Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode survei kualitatif, metode eksperimen tanpa kelompok pembanding, dan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian berjumlah 329 orang dengan sampel sebanyak 51 orang yang terdiri atas 47 siswa, 1 guru Bimbingan dan Konseling, 2 wali kelas, serta 1 wakil kesiswaan. Instrumen penelitian meliputi angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek studi kasus ditentukan secara purposive berdasarkan hasil angket perilaku intoleransi dan nilai moral yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 siswa dengan skor perilaku intoleransi tinggi dan nilai moral rendah yang ditetapkan sebagai klien dalam layanan konseling individual. Intervensi dilakukan melalui penguatan nilai moral yang meliputi empati, toleransi, tanggung jawab, dan pengendalian emosi dengan dukungan media reflektif. Hasil layanan menunjukkan adanya perubahan positif pada kelima siswa, terutama dalam peningkatan kemampuan menerima perbedaan, mengelola emosi, mengembangkan empati, serta membangun hubungan sosial yang lebih harmonis. Dengan demikian, layanan konseling individual dengan nilai moral efektif sebagai upaya pencegahan perilaku intoleransi di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026