Ruang publik memungkinkan terjadinya interaksi sosial, artikulasi kepentingan, dan ekspresi budaya masyarakat secara terbuka dan setara. Biorama memanfaatkan halaman Museum Pangsar Soedirman menjadi kreasi pemanfaatan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan partisipasi dan kreasi pemanfaatan dalam ruang publik pada komunitas Biorama di Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Studi ini menyoroti bagaimana Biorama memanfaatkan ruang publik Museum Pangsar Soedirman menjadi wadah berkreasi dan berinteraksi. Bentuk kreasi Biorama yaitu dengan mengkolaborasikan organic market, mini workshop, berbagai kegiatan komunitas, dan pameran seni atau exhibition. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Biorama sudah mencerminkan sejumlah elemen ruang publik yang ideal menurut teori ruang publik Jurgen Habermas. Biorama mampu menciptakan ruang dialog yang sama dan setara, tanpa intervensi atau dominasi kekuatan dominan.
Copyrights © 2025