Perkembangan pesat ekosistem media sosial telah memicu pergeseran paradigma dari periklanan tradisional menuju pemasaran berbasis influencer (pemengaruh) pada platform digital. Keberhasilan influencer dalam memengaruhi keputusan konsumen tidak semata-mata bergantung pada jangkauan pengikut, melainkan pada kemampuan mereka dalam membangun personal branding yang kuat dan otentik. Mengingat tingginya tingkat skeptisisme konsumen terhadap ulasan produk yang dikomersialisasi, penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan memperluas kerangka konseptual awal mengenai pengaruh personal branding influencer terhadap kepercayaan konsumen. Melalui pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) berdasarkan protokol PRISMA dan Analisis Tematik, penelitian ini menyintesis literatur empiris yang terindeks pada basis data Scopus, Web of Science, dan berbagai jurnal nasional terakreditasi. Temuan penelitian memvalidasi bahwa lima pilar utama personal branding—Keaslian (Authenticity), Konsistensi (Consistency), Kompetensi (Competence), Keunikan (Uniqueness), dan Relevansi (Relevance)—berfungsi sebagai mekanisme psikologis kritis yang memicu interaksi parasosial dan transfer kepercayaan dari influencer ke merek yang dipromosikan. Evaluasi kritis ini memberikan kontribusi teoretis berupa perluasan Source Credibility Theory di era digital, sekaligus menawarkan panduan strategis bagi pelaku bisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyeleksi influencer untuk kampanye pemasaran yang berkelanjutan
Copyrights © 2026