Perilaku konsumtif di kalangan generasi muda menjadi fenomena yang semakin berkembang di era digital akibat pengaruh media sosial, tren gaya hidup, dan kebutuhan akan validasi sosial. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif baik secara finansial maupun psikologis. Perancangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda usia 18-24 tahun terhadap dampak buruk perilaku konsumtif serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Kampanye ini dirancang dengan pendekatan komunikasi visual menggunakan metode AISAS (Attention, Interest, Seacrh, Action, Share) dan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) dengan media utama berupa iklan layanan masyarakat yang didukung berbagai media bauran lainnya. Hasil perancangan menghasilkan kampanye sosial ‘Pahami Butuhmu’ dengan tagline ‘Pilah yang perlu, tunda yang cuma semu”. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kampanye ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran audiens terhadap dampak perilaku konsumtif. Penggunaan media sosial juga dinilai efektif dalam menjangkau target audiens dan menyampaikan pesan kampanye. Kampanye ini berpotensi untuk dikembangkan melalui berbagai meida guna memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Copyrights © 2026