Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor, salah satunya sektor transportasi umum seperti Bus Trans Koetaradja yang beroperasi di Kota Banda Aceh. Pada awal masa pandemi Covid-19 aktifitas bus dihentikan karena dikuatirkan menjadi tempat penularan Covid-19. Namun kemudian dioperasikan kembali dengan jumlah penumpang yang dibatasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja operasional Bus Trans Koetaradja selama pandemi Covid-19. Parameter kinerja angkutan umum yang dinilai adalah faktor muat, waktu perjalanan, frekuensi pelayanan, waktu antara, waktu tunggu, jumlah kendaraan yang beroperasi, dan waktu pelayanan. Data diperoleh dari survei lapangan secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja operasional Bus Trans Koetaradja pada saat masa pandemi berkurang dari pada masa sebelum pandemi. Hal ini dapat dilihat dari total nilai bobot saat masa pandemi jika dirata-ratakan memiliki nilai sebesar 16,5 termasuk kategori “sedang”. Sedangkan saat sebelum pandemi nilai total bobotnya sebesar 20 dalam kategori “baik”. Saat pandemi pada hari libur yang menyebabkan bobot “kurang” adalah indikator frekuensi, headway, waktu pelayanan, dan jumlah kendaraan yang beroperasi dengan tingkat kategori kurang. Sedangkan pada hari kerja yang menyebabkan bobot rendah adalah indikator headway saja dengan kategori “kurang”. Sedangkan pada sebelum pandemi tidak terdapat indikator dengan kategori kurang.
Copyrights © 2026