ABSTRACT This study aims to analyze the impact of patchouli oil price fluctuations on farmers' income in Kampuang Neighborhood, Mambi District, Mamasa Regency. The research employs a descriptive quantitative approach with primary data obtained through interviews and questionnaires with 35 patchouli farmers selected via simple random sampling. The analytical methods used include income analysis and simple linear regression analysis. The results show that the average price of patchouli oil received by farmers is IDR 721,143 per kilogram, with an average production of 10 kg per period, resulting in an average gross revenue of IDR 7,565,286 per period. Meanwhile, the average production cost is IDR 2,912,571 per period, leading to an average net income of IDR 4,652,714 per period. Regression analysis results indicate that the price of patchouli oil has a positive and significant effect on farmers' income, with a regression coefficient of 4.655 and a significance level of 0.000. These findings indicate that fluctuations in patchouli oil prices have a major impact on farmers' income, given the limited scale of operations and the low capacity of farmers to increase production volume. Therefore, price stabilization and strengthening the bargaining position of farmers are crucial factors in enhancing the sustainability of patchouli farming. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi harga minyak nilam terhadap pendapatan petani di Lingkungan Kampuang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap 35 orang petani nilam yang dipilih secara acak sederhana. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis pendapatan dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata harga minyak nilam yang diterima petani sebesar Rp 721.143 per kilogram dengan rata-rata produksi 10 kg per periode, sehingga rata-rata penerimaan petani mencapai Rp 7.565.286 per periode. Sementara itu, rata-rata biaya produksi sebesar Rp 2.912.571 per periode, kemudian pendapatan rata-rata petani sebesar Rp 4.652.714 per periode. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa harga minyak nilam berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani dengan koefisien regresi sebesar 4,655 dan tingkat signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa fluktuasi harga minyak nilam memiliki dampak yang besar terhadap pendapatan petani, mengingat keterbatasan skala usaha dan rendahnya kemampuan petani dalam meningkatkan volume produksi. Oleh karena itu, stabilisasi harga dan penguatan posisi tawar petani menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani nilam.
Copyrights © 2026