ABSTRACT Chicken house buildings are essential facilities in poultry farming that require reliable structural, architectural, and mechanical, electrical, and plumbing (MEP) systems to ensure safety, support livestock productivity, and maintain operational sustainability. As buildings age and operational intensity increases, various components may experience performance degradation, requiring comprehensive technical evaluation. This study aims to evaluate the condition of a chicken house building through an integrated inspection approach and formulate appropriate treatment recommendations based on field assessment results. The methods included field surveys, dimensional and verticality measurements, concrete quality testing using the Hammer Test, structural element evaluation, MEP system inspection, and technical data analysis based on applicable standards. The results indicate that most building elements remain in adequate condition and are capable of supporting operational functions. However, several significant findings were identified, including excessive deflection in wooden elements, the need for structural strengthening in several components, adjustments to reinforcement details, and maintenance requirements for some MEP installations to improve building reliability. These findings serve as the basĀ is for developing rehabilitation and period ic maintenance recommendations to maintain the safety, functionality, and service life of chicken house buildings. ABSTRAK Bangunan kandang ayam merupakan fasilitas utama dalam kegiatan peternakan yang memerlukan kondisi struktur, arsitektur, serta sistem mechanical, electrical, and plumbing (MEP) yang andal untuk menjamin keselamatan, mendukung produktivitas ternak, dan menjaga keberlanjutan operasional. Seiring bertambahnya usia bangunan dan intensitas penggunaannya, berbagai komponen berpotensi mengalami penurunan kinerja sehingga diperlukan evaluasi teknis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi bangunan kandang ayam melalui inspeksi terpadu serta merumuskan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengukuran dimensi dan verticality, pengujian mutu beton menggunakan Hammer Test, evaluasi elemen struktur, pemeriksaan sistem MEP, serta analisis berdasarkan standar teknis yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen bangunan masih berada pada kondisi layak dan mampu mendukung fungsi operasionalnya. Namun, ditemukan beberapa temuan penting berupa lendutan pada elemen kayu yang melebihi batas izin, kebutuhan perkuatan pada beberapa komponen struktur, penyesuaian detail tulangan, serta perlunya pemeliharaan pada sebagian instalasi MEP untuk meningkatkan keandalan bangunan. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi rehabilitasi dan pemeliharaan berkala guna mempertahankan aspek keselamatan, fungsi, dan umur layan bangunan kandang ayam.
Copyrights © 2026