Fenomena pasang surut laut dipengaruhi oleh interaksi gravitasi antara bumi, bulan dan matahari, yang dapat mengalami perubahan selama peristiwa astronomis seperti Blood Moon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstanta harmonik dan pola pasang surut di perairan Pulau Christmas selama fenomena Blood Moon pada September 2025, serta menilai pengaruhnya terhadap amplitudo pasut. Data pasang surut diperoleh dari tiga set pengamatan harian dengan periode berbeda, kemudian diolah menggunakan metode least square yaitu T-Tide MATLAB untuk memperoleh model harmonik yang representatif. Nilai Formzahl (F) digunakan untuk menentukan tipe pasang surut berdasarkan kontribusi komponen utama K1, O1, M2 dan S2. Hasil menunjukkan bahwa tipe pasang surut bersifat campuran, dengan nilai F berkisar antara 0,55-0,70 yang mengindikasikan campuran condong semi-diurnal. Komponen M2, S2 dan N2 mendominasi pola setengah harian, sedangkan K1 dan O1 mengalami peningkatan amplitudo selama periode Blood Moon. Secara keseluruhan, fenomena Blood Moon terbukti menyebabkan peningkatan amplitudo pasut sebesar 12–18% dibandingkan kondisi normal, akibat penguatan gaya gravitasi bulan dan matahari. Metode least square dengan T-Tide MATLAB dinilai efektif dalam mengidentifikasi variasi pasang surut serta memahami dinamika oseanografi di perairan Pulau Christmas.
Copyrights © 2025