Pemanfaatan fly ash (FA) sebagai Supplementary Cementitious Materials (SCMs) merupakan strategi penting dalam mereduksi jejak karbon industri semen sekaligus meningkatkan performa jangka panjang beton. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mensintesis secara komprehensif pengaruh variasi kadar substitusi FA terhadap empat parameter esensial beton: kuat tekan, kuat tarik belah, kecepatan gelombang ultrasonik (Ultrasonic Pulse Velocity/UPV), dan penetrasi ion klorida (Rapid Chloride Penetration Test/RCPT). Melalui analisis terstruktur terhadap 20 artikel ilmiah eksperimental, ditemukan adanya pola dualistis kinerja: FA menurunkan kuat mekanis awal (3 sampai 7 hari) akibat efek dilusi klinker, namun FA dapat meningkatkan performa mekanis dan durabilitas pada umur lanjut (28 sampai 180 hari) melalui reaksi pozzolanik sekunder. Kadar optimum FA diidentifikasi berada pada rentang 14% hingga 30% untuk aplikasi beton mutu sedang dan tinggi, sedangkan penggunaan sistem pengikat ternier kombinasi FA dan silica fume terbukti efektif menutupi defisiensi mekanis awal. Pengukuran non-destruktif UPV menunjukkan korelasi linear positif terhadap pertumbuhan kuat tekan, sementara uji RCPT mengonfirmasi bahwa struktur mikro yang dipadatkan oleh gel C-S-H sekunder mampu menurunkan permeabilitas muatan listrik klorida hingga kategori very low (<1000 Coulomb). Tinjauan ini menyimpulkan bahwa standardisasi parameter pengujian terintegrasi sangat penting untuk menjamin aspek struktural dan durabilitas beton ramah lingkungan di lingkungan agresif.
Copyrights © 2026