Nevy Sandra
Departemen Teknik Sipil FT UNP

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan Recycled Concrete Powder (RCP) terhadap Karakteristik Mekanis, Durabilitas, dan Ketahanan Korosi Beton Bertulang - Structured Literature Review Nicolas Ramadan; Nevy Sandra
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ztj7vv85

Abstract

Peningkatan produksi limbah beton global mendorong kebutuhan pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan Recycled Concrete Powder (RCP) sebagai materiakl substitusi yang berkelanjutan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur terstruktur terhadap 20 jurnal penelitian yang mengkaji pengaruh RCA dan RCP terhadap karakteristik mekanis, durabilitas, dan ketahanan korosi beton bertulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa RCA menyebabkan penurunan workability dan kuat tekan yang proporsional
Studi Eksperimental Sifat Mekanis Beton Normal dengan Campuran Serat Polypropylene Alif Gibran; Eka Juliafad; Nevy Sandra; Fajri Yusmar
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/b2e9p224

Abstract

Beton normal memiliki kelemahan mendasar berupa kuat tarik yang rendah dan sifat getas yang menyebabkan keruntuhan mendadak pada struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat makro polypropylene (PP) dengan variasi 0%, 0,2%, 0,4%, dan 0,6% terhadap berat agregat kasar pada beton mutu f'c 22 MPa. Metode penelitian mengikuti standar SNI 7656:2012 untuk rancangan campuran, menggunakan semen PCC, agregat lokal, dan serat makro PP sepanjang 54 mm. Parameter mekanis yang diuji meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, kekakuan, daktilitas, serta energi disipasi pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat menurunkan kuat tekan secara linier dari 22,39 MPa pada kontrol menjadi 15,22 MPa pada kadar 0,6%. Sebaliknya, kuat tarik belah dan kuat lentur menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan performa yang signifikan pada kadar 0,6%, didorong oleh mekanisme crack-bridging. Analisis daktilitas dan energi disipasi menunjukkan peningkatan drastis sebesar 345% pada variasi 0,6% dibandingkan beton normal. Penelitian ini mendemonstrasikan bagaimana integrasi serat makro sintetis mentransformasi perilaku material dari getas menjadi daktail dan secara substansial meningkatkan kapasitas penyerapan energi beban gempa.
Structured Literature Review (SLR): Evaluasi Kinerja Mekanis dan Durabilitas Beton dengan Substitusi Fly Ash Salman Alfarizi; Nevy Sandra
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8stkg463

Abstract

Pemanfaatan fly ash (FA) sebagai Supplementary Cementitious Materials (SCMs) merupakan strategi penting dalam mereduksi jejak karbon industri semen sekaligus meningkatkan performa jangka panjang beton. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mensintesis secara komprehensif pengaruh variasi kadar substitusi FA terhadap empat parameter esensial beton: kuat tekan, kuat tarik belah, kecepatan gelombang ultrasonik (Ultrasonic Pulse Velocity/UPV), dan penetrasi ion klorida (Rapid Chloride Penetration Test/RCPT). Melalui analisis terstruktur terhadap 20 artikel ilmiah eksperimental, ditemukan adanya pola dualistis kinerja: FA menurunkan kuat mekanis awal (3 sampai 7 hari) akibat efek dilusi klinker, namun FA dapat meningkatkan performa mekanis dan durabilitas pada umur lanjut (28 sampai 180 hari) melalui reaksi pozzolanik sekunder. Kadar optimum FA diidentifikasi berada pada rentang 14% hingga 30% untuk aplikasi beton mutu sedang dan tinggi, sedangkan penggunaan sistem pengikat ternier kombinasi FA dan silica fume terbukti efektif menutupi defisiensi mekanis awal. Pengukuran non-destruktif UPV menunjukkan korelasi linear positif terhadap pertumbuhan kuat tekan, sementara uji RCPT mengonfirmasi bahwa struktur mikro yang dipadatkan oleh gel C-S-H sekunder mampu menurunkan permeabilitas muatan listrik klorida hingga kategori very low (<1000 Coulomb). Tinjauan ini menyimpulkan bahwa standardisasi parameter pengujian terintegrasi sangat penting untuk menjamin aspek struktural dan durabilitas beton ramah lingkungan di lingkungan agresif.
Pengaruh Recycled Concrete Powder Sebagai Bahan Substitusi Semen Terhadap Kinerja Beton - Structured Literature Review Yuan Nifer Harada; Nevy Sandra
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/hxwkst96

Abstract

Peningkatan limbah konstruksi dan pembongkaran bangunan mendorong pemanfaatan material daur ulang dalam bidang konstruksi, salah satunya melalui penggunaan Recycled Concrete Powder (RCP) sebagai substitusi sebagian semen pada material berbasis semen. RCP merupakan fraksi halus hasil penghancuran limbah beton yang mengandung pasta semen lama, agregat halus, senyawa aktif terbatas, dan komponen inert. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur terstruktur terhadap penelitian yang membahas pengaruh RCP terhadap sifat segar, hidrasi, mikrostruktur, kuat tekan, durabilitas, metode aktivasi, serta dampak lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa RCP tidak dapat diposisikan setara dengan SCM aktif seperti fly ash atau slag karena reaktivitasnya lebih rendah dan sangat dipengaruhi oleh sumber beton asal, kadar pasta semen lama, kehalusan partikel, dan metode aktivasi. Pada kadar rendah, terutama sekitar 10-20%, RCP berpotensi mempertahankan kinerja material melalui filler effect dan nucleation effect. Namun, pada kadar tinggi, dilution effect, peningkatan kebutuhan air, dan porositas partikel lama dapat menurunkan workability, kuat tekan, dan durabilitas. Metode aktivasi mekanis, termal, kimia, karbonasi, dan sistem alkali-activated dapat meningkatkan nilai guna RCP, tetapi manfaat teknisnya perlu dibandingkan dengan kebutuhan energi, biaya, dan dampak lingkungan. Dengan demikian, RCP berpotensi mendukung circular economy apabila penggunaannya dikontrol melalui karakterisasi awal, pemilihan kadar substitusi yang tepat, dan evaluasi durabilitas jangka panjang.
STRUCTURED LITERATURE REVIEW (SLR): PENGARUH FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP KINERJA MEKANIS DAN DURABILITAS BETON Novendra Gilang Ramadhan; Nevy Sandra
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0tdv4f88

Abstract

Pemanfaatan produk sampingan industri seperti abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) yang secara bersama disebut FABA dalam bidang konstruksi merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari proses pembuatan semen konvensional. Semen konvensional dibuat melalui proses pembakaran yang menghasilkan banyak gas karbon dioksida, sehingga penggunaan bahan pengganti seperti FABA dapat membantu menekan emisi tersebut. Kajian pustaka ini bertujuan untuk menilai temuan dari 20 artikel jurnal tentang pengaruh FABA terhadap kekuatan beton (kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik belah, modulus elastisitas) dan ketahanannya, terutama dalam hal menahan masuknya klorida serta mencegah karat pada tulangan, yang dilihat dari laju penetrasi ion klorida, sorptivitas, daya serap air, serta resistivitas listrik. Hasil rangkuman dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa fly ash dalam jumlah besar (High Volume Fly Ash) dapat memadatkan struktur beton melalui pembentukan gel kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan pada umur beton yang lebih tua, yaitu 28 sampai 90 hari, meskipun hal ini juga membuat proses pengerasan pada umur muda, yaitu 3 sampai 14 hari, menjadi lebih lambat. Penambahan bahan halus seperti abu silika atau metakaolin, maupun penggunaan bakteri tertentu, dilaporkan dapat mengurangi kelemahan kekuatan pada umur muda tersebut karena bahan-bahan ini membantu mempercepat pengisian pori pada tahap awal perawatan. Di sisi lain, bentuk fisik bottom ash yang bersudut dan berpori berpeluang dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian pasir pada beton bermutu normal hingga tinggi. Secara umum, kajian ini menunjukkan bahwa proporsi campuran FABA yang tepat dapat meningkatkan kekuatan beton sekaligus menurunkan laju masuknya klorida, sehingga beton menjadi lebih tahan terhadap karat tulangan bila digunakan di lingkungan yang keras, seperti kawasan pesisir. Hasil kajian menunjukkan bahwa fly ash lebih dominan berperan sebagai material pozolanik yang memperbaiki mikrostruktur pada umur lanjut, sedangkan bottom ash lebih sesuai digunakan sebagai substitusi agregat halus pada kadar yang terbatas karena sifatnya yang berpori dan menyerap air. Namun, efektivitas kombinasi FABA masih dipengaruhi oleh sumber abu, kehalusan, rasio air-binder, metode curing, serta kondisi lingkungan paparan.