Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat risiko kegempaan tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh rangkaian gempa bumi bermagnitudo besar pada tahun 2018 yang mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan, termasuk gedung-gedung pendidikan. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi kinerja struktur bangunan eksisting terhadap beban gempa, khususnya dari aspek daktilitas dan tingkat kinerja struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons struktur, menentukan rasio daktilitas, serta mengevaluasi tingkat kinerja Gedung Fakultas C UIN Mataram, sebuah gedung perkuliahan empat lantai, terhadap beban gempa. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis pushover (non-linear static analysis) dengan bantuan perangkat lunak ETABS, mengacu pada ASCE 41-17/FEMA 356 dan SNI 1726:2019. Struktur dimodelkan berdasarkan data as-built drawing, kemudian dianalisis pada arah X dan arah Y untuk memperoleh kurva kapasitas, distribusi sendi plastis, nilai daktilitas perpindahan, serta level kinerja berdasarkan batasan drift ratio ATC-40/FEMA 356. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode getar fundamental struktur (T = 1,087 detik) berada di atas batas periode maksimum bangunan baru menurut SNI 1726:2019, meskipun kontrol gaya geser dasar dan simpangan antar lantai tahap elastis masih memenuhi syarat. Distribusi sendi plastis terbentuk lebih dahulu pada balok dibandingkan kolom (strong column-weak beam) sehingga tidak terindikasi mekanisme soft-story. Rasio daktilitas perpindahan diperoleh sebesar 1,86 pada arah X dan 2,38 pada arah Y, yang keduanya tergolong daktilitas parsial (terbatas). Drift ratio maksimum pada arah X sebesar 1,342% berada pada level kinerja Life Safety (LS), sedangkan pada arah Y sebesar 2,156% berada pada kondisi transisi Life Safety-Collapse Prevention (LS-CP), dengan Lantai 1 sebagai lantai paling kritis. Mengingat gedung tergolong Kategori Risiko IV, hasil ini menunjukkan bahwa kinerja struktur eksisting belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi ideal, sehingga direkomendasikan kajian perkuatan (retrofit) khususnya pada kolom Lantai 1 arah Y.
Copyrights © 2026