Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sifat Mekanis Paving Block Berbasis Limbah Plastik PET dengan  Variasi Penambahan Agregat Kasar Dhea Putri; Eka Juliafad; Faisal Ashar; Prima Zola
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dn7skw38

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya timbulan sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai material struktural di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah plastik PET sebagai bahan pengikat (binder) utama tanpa semen yang dikombinasikan dengan agregat kasar (screen) terhadap sifat mekanis paving block berdasarkan standar SNI 03-0691-1996. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan proses pelelehan PET pada suhu terkontrol 200°C–250°C. Variasi komposisi volume PET dan agregat kasar yang diuji meliputi 100:0 (kontrol), 25:75 (AGPET 1), 50:50 (AGPET 2), dan 75:25 (AGPET 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi AGPET 1 merupakan komposisi paling optimal dengan nilai kuat tekan rata-rata 15,56 MPa dan kuat lentur 4,52 MPa. Berdasarkan klasifikasi SNI 03-0691-1996, capaian ini memenuhi kriteria Mutu C yang diperuntukkan bagi jalur pejalan kaki (pedestrian). Analisis mekanis menunjukkan bahwa peningkatan proporsi agregat secara signifikan meningkatkan kekakuan material, sedangkan peningkatan kadar PET meningkatkan daktilitas serta energi disipasi, namun menyebabkan penurunan berat volume benda uji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah PET dengan agregat screen mampu menghasilkan material konstruksi ramah lingkungan yang memiliki performa mekanis lebih tinggi dibandingkan paving block konvensional fabrikasi lokal.
ANALISIS DAKTILITAS DAN TINGKAT KINERJA STRUKTUR RANGKA GEDUNG BERTINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER(Studi Kasus: Gedung Fakultas C UIN Mataram) Irma Yanti Nur Illahi; Prima Zola
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/7b6px514

Abstract

Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat risiko kegempaan tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh rangkaian gempa bumi bermagnitudo besar pada tahun 2018 yang mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan, termasuk gedung-gedung pendidikan. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi kinerja struktur bangunan eksisting terhadap beban gempa, khususnya dari aspek daktilitas dan tingkat kinerja struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons struktur, menentukan rasio daktilitas, serta mengevaluasi tingkat kinerja Gedung Fakultas C UIN Mataram, sebuah gedung perkuliahan empat lantai, terhadap beban gempa. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis pushover (non-linear static analysis) dengan bantuan perangkat lunak ETABS, mengacu pada ASCE 41-17/FEMA 356 dan SNI 1726:2019. Struktur dimodelkan berdasarkan data as-built drawing, kemudian dianalisis pada arah X dan arah Y untuk memperoleh kurva kapasitas, distribusi sendi plastis, nilai daktilitas perpindahan, serta level kinerja berdasarkan batasan drift ratio ATC-40/FEMA 356. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode getar fundamental struktur (T = 1,087 detik) berada di atas batas periode maksimum bangunan baru menurut SNI 1726:2019, meskipun kontrol gaya geser dasar dan simpangan antar lantai tahap elastis masih memenuhi syarat. Distribusi sendi plastis terbentuk lebih dahulu pada balok dibandingkan kolom (strong column-weak beam) sehingga tidak terindikasi mekanisme soft-story. Rasio daktilitas perpindahan diperoleh sebesar 1,86 pada arah X dan 2,38 pada arah Y, yang keduanya tergolong daktilitas parsial (terbatas). Drift ratio maksimum pada arah X sebesar 1,342% berada pada level kinerja Life Safety (LS), sedangkan pada arah Y sebesar 2,156% berada pada kondisi transisi Life Safety-Collapse Prevention (LS-CP), dengan Lantai 1 sebagai lantai paling kritis. Mengingat gedung tergolong Kategori Risiko IV, hasil ini menunjukkan bahwa kinerja struktur eksisting belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi ideal, sehingga direkomendasikan kajian perkuatan (retrofit) khususnya pada kolom Lantai 1 arah Y.