Motif Patola Ratu pada kain tenun ikat Sumba Timur merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan filosofis, tetapi juga mengandung berbagai konsep geometri yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep geometri yang terdapat pada motif Patola Ratu serta mengungkap makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang penenun yang memahami sejarah dan proses pembuatan motif Patola Ratu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Patola Ratu mengandung berbagai konsep geometri, meliputi titik, garis, simetri lipat, transformasi geometri berupa translasi dan refleksi, pola pengulangan, serta bangun datar seperti belah ketupat, segitiga, lingkaran, dan persegi. Konsep-konsep tersebut tercermin dalam proses perancangan dan penyusunan motif yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Selain itu, motif Patola Ratu memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kebangsawanan, persatuan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa motif Patola Ratu berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual berbasis budaya lokal sehingga dapat meningkatkan kebermaknaan pembelajaran geometri bagi peserta didik.
Copyrights © 2026