Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Alat Peraga Mistar Hitung Bilangan Bulat Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Kanatang Elsy Senides Hana Taunu; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i3.790

Abstract

The purpose of this study was to find out how the use of slide rule media can improve students' numeracy skills in integer arithmetic operations for Kanatang State Special School students. This Classroom Action Research (PTK) was conducted at the Kanatang Foreign School in the Odd Semester of the 2022/2023 academic year. The subjects in this study were the students of the Kanatang State Special School, which consisted of 10 students, namely 5 students and 5 female students. The research object is the Ruler Count media in learning addition and subtraction of integers in Mathematics. The procedures/steps of this Classroom Action Research consist of cycles. Implementation of this Classroom Action Research each cycle includes: planning, implementation of action, observation, and reflection. The instruments used in this study were pre-test questions, post-test questions for each cycle, and interview guidelines. The questions made consist of 10 numbers in the form of an essay test. The data collection technique used was the provision of tests, interviews, observations and field notes. The instrument used is a test in the form of a description. Data collection was carried out in three stages, namely: (1) reducing data, (2) presenting data, and (3) drawing conclusions. The results showed that student activities and teacher activities in learning activities in cycle I reached the Good category and cycle II was very good. The results of the analysis of the final test cycle I obtained the percentage of average scores with student absorption reaching 60% and learning completeness reaching a percentage 70% of 10 students. Whereas in the analysis of the final test cycle II there was an increase according to the results of observations of student and teacher activities, the percentage of the average value of student absorption reached 90% with classical learning completeness reaching the target percentage of 100% of 10 students. This has shown that there is an increase in the learning outcomes of Kanatang State Special School students in the material of addition and subtraction of integers by using the integer slide rule.
KAJIAN POLA GEOMETRI PADA ALAT MUSIK GONG TRADISIONAL SUMBA TIMUR DALAM PERSPEKTIF ETNOMATEMATIKA Febrianto Mbilijawa; Evianto Lu Hamani; Erwin Danga Ngara; David Meta Kamala; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.341

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola-pola geometri yang terdapat pada alat musik gong tradisional Sumba Timur dan menafsirkannya melalui perspektif Etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Selain sebagai alat musik ritual, alat musik gong juga mempresentasikan nilai-nilai estetika, simbolik, dan matematis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, serta wawancara dengan pengrajin gong didaerah setempat. Hasil kajian menunjukkan dalam alat musik gong terdapat unsur -unsur geometri seperti lingkaran dan setengah bola. Pola-pola tersebut merefleksikan pemahaman lokal terhadap konsep ruang, proporsi, dan keteraturan, yang secara implisit mengandung prinsip-prinsip matematika tradisional. Temuan ini menguatkan bahwa etnomatematika dapat menjadi jembatan dalam memahami keterkaitan antara budaya lokal dan ilmu matematika, serta sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya melalui pendekatan ilmiah.
Eksplorasi Konsep Geometri Pada Motif Ruit Dalam Balutan Kain tenun Ikat sumba Timur Adelia Anggun Mburu Amah; Pingki Habar; Amelia Ana Awa; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1092

Abstract

Matematika tidak hanya di pelajari di ruang kelas, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya termuat dalam budaya yang ada dalam masyarakat. Contoh budaya dalam masyarakat yang terdapat pembelajaran matematika yaitu pada motif kain tenunan Sumba Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri yang terdapat pada motif ruit dalam balutan kain tenun Sumba Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomatematika melalui studi literatur dan analisis visual terhadap motif tenun. Hasil penelitian menunjukan bahwa motif ruit memiliki bentuk dasar menyerupai belah ketupat yang menunjukan konsep simetri pola berulang serta transformasi geometri. Selain itu, motif tersebut juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan keseimbagan hidup, hubungan manusia, alam leluhur, dan penciptanya serta, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan relevan.
Model Pembelajaran Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Siswa Materi SPLDV Kelas VIII SMP Negeri 1 Matawai La Pawu Eni Hana Atajawa; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penerapan model pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di kelas VIII SMP Negeri 1 Matawai La Pawu tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest–post-test design. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) penerapan model TPS. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test sebesar 81,08 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata nilai pretest sebesar 40,14. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000< 0,05 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi SPLDV.
Geometric Analysis of Pahudu Andung (Human Motif) In Pahikung Woven Cloth from East Sumba Uru Ana Hida; Helminda Berta Dominggus; Linda Ade Ly; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research (In Progress)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v7i2.427

Abstract

This study aims to explore and document the mathematical concepts (ethnomathematics) contained in the Pahudu Andung motif (human motif) on the Pahikung woven cloth typical of Melolo, East Sumba. Through an ethnographic approach, this study explores the cultural, historical, and technical dimensions of the motif's creation, which have been passed down through generations. Data were collected through participatory observation, documentation, and in-depth interviews with three expert weavers (tenabi) in the Umalulu region. The results show that the Pahudu Andung motif is not merely a decorative element, but rather a visual representation rich in the geometric concepts of transformation and plane shapes. Ethnomathematic analysis identified the application of the principle of bilateral symmetry (reflection) in the body structure of the motif, translation in the repetition of the "X" pattern, and dilation (scale) in the rhombus shape. In addition, the use of basic geometric shapes such as a trapezoid as a foundation, a rectangle on the trunk, and a rhombus on the head with precise acute-angled details was found. This study concludes that local weavers have intuitively applied complex geometric concepts in preserving the philosophical values ??of victory and strength through woven art.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kambera Armelia Silvyani Dila Ludji; Mayun Erawati Nggaba; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v7i1.72572

Abstract

Masalah yang melarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri Kambera, khususnya pada materi determinan matriks. Hal ini dilihat dari rendahnya keaktivan siswa dalam pembelajaran, kesulitan memahami soal cerita, kurang mampu memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan,serta kesalahan dalam menyelesaikan langkah-langkah pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran masih menggunakan model konvesional yang berpusat pada guru sehinnga siswa kurang aktifv dan kurang tertarik pada pelajaran matematika. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dimana nilai rata-rata siswa masih dibawah KKM. Oleh karena itu, diprlukan model pemebelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, salah satunya melalui model pembelajaran Problem-Based Learning . Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kambera. Pembelajaran ini menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep melalui situasi kontekstual yang menuntut pemikiran kritis, kerja sama, dan kemandirian belajar. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan pada siswa yang belajar menggunakan model PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil tes akhir kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam serta melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penerapan model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah atas.
Kajian Etnomatematika dalam Tradisi Adat Belis Perempuan Maramba di Tanarara Sumba Timur Dian; Ferniati Pindi Nganji; Afriani Rambu Madik; Ista Lika Handja; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
CONSISTAN (Jurnal Tadris Matematika) Vol 3 No 02 (2025): Consistan : Jurnal Tadris Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/consistan.v3i02.1964

Abstract

Tradisi Belis Maramba adalah komponen penting dari adat perkawinan orang Sumba Timur, terutama di daerah Tanarara. Nilai simbolis dan spiritual serta konsep matematika yang dapat dikaji dalam konteks etnomatematika ditemukan dalam tradisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan elemen-elemen matematika yang ada dalam praktik Belis Maramba serta memahami potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika yang didasarkan pada budaya lokal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan teknik etnografi melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Belis Maramba mengandung konsep bilangan, proporsionalitas, pola geometris, pengukuran, dan klasifikasi, yang mencerminkan pemikiran matematis intuitif masyarakat lokal. Hasil ini memungkinkan pembelajaran matematika untuk menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik dengan mengintegrasikan kearifan lokal.
Eksplorasi Etnomatematika Pada Motif Patola Ratu Kain Tenun Ikat Sumba Timur di Kampung Palumarung Hildega Arlin Luda; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4955

Abstract

Motif Patola Ratu pada kain tenun ikat Sumba Timur merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan filosofis, tetapi juga mengandung berbagai konsep geometri yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep geometri yang terdapat pada motif Patola Ratu serta mengungkap makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang penenun yang memahami sejarah dan proses pembuatan motif Patola Ratu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Patola Ratu mengandung berbagai konsep geometri, meliputi titik, garis, simetri lipat, transformasi geometri berupa translasi dan refleksi, pola pengulangan, serta bangun datar seperti belah ketupat, segitiga, lingkaran, dan persegi. Konsep-konsep tersebut tercermin dalam proses perancangan dan penyusunan motif yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Selain itu, motif Patola Ratu memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kebangsawanan, persatuan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa motif Patola Ratu berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual berbasis budaya lokal sehingga dapat meningkatkan kebermaknaan pembelajaran geometri bagi peserta didik.