Penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi penting bagi siswa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang kompleks. Akan tetapi, pembelajaran matematika di sekolah masih banyak menggunakan pendekatan konvensional yang berorientasi pada guru, kurang dikaitkan dengan konteks nyata, serta belum sepenuhnya mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan desain pembelajaran yang berfokus pada penguatan kemampuan berpikir kritis agar siswa mampu menyeleksi informasi, menyelesaikan masalah, dan menghadapi tantangan kehidupan secara adaptif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain pembelajaran STEAM yang dirancang untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi enam tahap, yaitu potensi, masalah dan pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII SMP Negeri Sekampung. Instrumen yang digunakan meliputi angket validitas dan kepraktisan, lembar observasi, serta tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong sangat valid dengan persentase 83%, sangat praktis dengan persentase 86%, serta efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,42 pada kategori sedang.
Copyrights © 2026