Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa nilai Matematika siswa tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah model pembelajaran TGT berpengaruh pada kemampuan kognitif siswa kelas V SDN Lawangan Daya 3 Pamekasan, khususnya dalam pelajaran matematika tentang pecahan berbantuan media permainan ular tangga. Salah satu faktor utamanya adalah kurangnya keragaman dalam pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design pada 20 siswa kelas V (11 laki-laki dan 9 perempuan). Teknik pengumpulan data didapat melalui wawancara, observasi dan tes, serta instrumen berupa soal pilihan ganda untuk pre-test dan post-test sebanyak 10 butir soal pilihan ganda. Adapun teknik analisis data yang dipakai yaitu uji paired sample t-test dengan memanfaatkan program SPSS. Rata-rata nilai siswa naik dari 60,00 (pre-test) menjadi 79,50 (post-test). Hasil uji statistik menyatakan nilai t hitung sebesar 11,487 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, model pembelajaran TGT berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa. Model ini, terutama saat dimodifikasi dengan permainan edukatif seperti ular tangga, terbukti menghadirkan proses belajar yang interaktif, menggembirakan, sekaligus efektif untuk menaikkan pemahaman pada konsep matematika bagi siswa.
Copyrights © 2026