Penutupan Selat Hormuz memicu disrupsi rantai pasok energi dan pupuk global yang berpotensi mengancam ketahanan pangan dunia. Selain sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas, Selat Hormuz juga menjadi koridor penting perdagangan urea, amonia, sulfur, dan fosfat sebagai input utama produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penutupan Selat Hormuz terhadap krisis pupuk global serta implikasinya bagi ketahanan pangan dunia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan sumber data dari artikel jurnal, laporan organisasi internasional, dan publikasi analitis yang diperoleh melalui Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, serta FAO, UN News, dan Reuters. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan di Selat Hormuz menghambat distribusi pupuk, meningkatkan biaya produksi pertanian, menurunkan efisiensi produksi, dan memperbesar risiko inflasi pangan. Temuan ini menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz bukan hanya persoalan geopolitik regional, tetapi juga ancaman sistemik terhadap ketahanan pangan global.
Copyrights © 2026