Keterampilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melakukan pengukuran antropometri sangat penting untuk memperoleh data status gizi balita yang akurat. Faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan diduga memengaruhi keterampilan teknis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan dengan keterampilan TPK dalam penilaian status gizi balita melalui pengukuran antropometri di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 96 responden dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar TPK berpendidikan SMA/sederajat 40,6% dan perguruan tinggi 45,8%. Sebanyak 56,3% memiliki pendapatan setara UMK, dan 47,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Sebanyak 43,8% TPK dinyatakan terampil dan 56,3% belum terampil. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (nilai p-value = 0,000; p = 0,699) dan tingkat pendapatan (nilai p-value = 0,000; p-value = 0,405). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara riwayat pelatihan (nilai p-value = 0,0198; p-value = -0,133). Kesimpulannya terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan keterampilan TPK dalam pengukruan antropometri, sedangkan riwayat pelatian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Copyrights © 2026