Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Wawasan Teacherpreneurship untuk Mahasiswa Calon Guru Hadi Wijaya; Nurmaningsih
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.523

Abstract

Pada era disrupsi ini, masyarakat dituntut untuk terus berinovasi, berkreasi, dituntut untuk menciptakan suatu penemuan yang baru, dalam upaya bertahan hidup dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin pesat berkembang, masyarakat dituntut untuk bersahabat dengan teknologi karena jika tidak mampu bersahabat maka konsekuensinya adalah akan tertinggal jauh, bahkan terasing dengan lingkungan sekitar. Mahasiswa calon guru merupakan salah satu bagian dari unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam melakuan fungsi control terhadap pesatnya kemajuan teknologi ini harus memiliki kompetensi inti supaya dapat bersahabat dengan itu. Empat kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru adalah kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogic dan kompetensi professional. Di samping empat kompetensi tersebut mahasiswa calon guru harus dilengkapi dengan pemahaman tentang kewirausahaan dalam Pendidikan. Pemahaman yang benar tentanga arti kewirausahaan untuk guru sangatlah penting karena jika mereka menganggap bahwa kewirausahaan untuk guru memiliki arti seseorang yang berprofesi sebagai guru sekaligus pengusaha, maka itu adalah anggapan yang keliru. Pemahaman yang benar adalah kewirausahaan untuk guru (teacherpreneurship) merupakan seorang guru yang dalam pembelajaran menggunakan nilai-nilai kewirausahaan, sehingga tercerminlah proses pembelajraan yang penuh dengan inovasi, kreasi, karakter siswa yang Tangguh, mampu mengambil resiko, mampu membuat keputusan, bertanggung jawab, mampu mengambil peluang, dan lain sebagainya. Pelatihan/workshop dengan tujuan mewadahi mahasiswa calon guru untuk mengambangkan wawasan teacerpreneurship sehingga mahasiswa calon guru selalu optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan baik teknologi, perubahan sosial poloitik hankam dan sebagainya.
Environmental Worldview of Biology Education Students: A Quantitative Assessment Across Gender and Learning Styles Muhammad Syamsussabri; Nurmaningsih
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i2.2724

Abstract

Since environmental problems have reached a global level, it is important to determine reasons for people treating the environment badly. The New Ecological Paradigm Scale or the revised New Environmental Paradigm (NEP) Scale is an instrument used to measure environmental worldview. This study aimed to assess the environmental worldview of Biology education students using the New Ecological Paradigm Scale and see the differences in terms of gender and learning style. This research is included in a cross-sectional study (N = 170). The sample consisted of 143 females (84%) and 27 males (16%) distributed across three learning styles: visual, auditory, and motor, conducted among Biology education students in West Nusa Tenggara. Samples were taken using a cluster sampling design. The study utilized an adopted 15-item version of the revised NEP Scale (Dunlap et al., 2000), consisting of 8 positive and 7 negative statements rated on a 5-point Likert scale, with its validity and reliability statistically verified prior to the main survey. Data analysis was performed using ANOVA. The overall mean score for the New Ecological Paradigm Scale in this study was 59, which indicated a moderate environmental worldview. Descriptively, female students obtained a mean score of 58.5. Meanwhile, regarding learning modalities, students with visual, auditory, and motor learning styles all exhibited a uniformly moderate environmental worldview, with their respective mean scores tightly clustering within a narrow range of 58 to 59. Consequently, the ANOVA analysis confirmed that there are no statistically significant differences in the environmental worldview based on either gender (p = 0.953) or specific learning style categories (p = 0.781). This study revealed an overall moderate NEP response in undergraduate biology education students and identified specific areas where environmental education could play a role.
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pendapatan, dan Riwayat Pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap Keterampilan Penilaian Status Gizi Melalui Pengukuran Antropometri Nonis Aprilianti; Muhammad Syamsussabri; Novia Arista; Nurmaningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v6i1.1668

Abstract

Keterampilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melakukan pengukuran antropometri sangat penting untuk memperoleh data status gizi balita yang akurat. Faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan diduga memengaruhi keterampilan teknis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan dengan keterampilan TPK dalam penilaian status gizi balita melalui pengukuran antropometri di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 96 responden dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar TPK berpendidikan SMA/sederajat 40,6% dan perguruan tinggi 45,8%. Sebanyak 56,3% memiliki pendapatan setara UMK, dan 47,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Sebanyak 43,8% TPK dinyatakan terampil dan 56,3% belum terampil. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (nilai p-value = 0,000; p = 0,699) dan tingkat pendapatan (nilai p-value = 0,000; p-value = 0,405). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara riwayat pelatihan (nilai p-value = 0,0198; p-value = -0,133). Kesimpulannya terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan keterampilan TPK dalam pengukruan antropometri, sedangkan riwayat pelatian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.