Gaya hidup memiliki peran penting dalam pengelolaan DM tipe 2. Gaya hidup yang tidak sehat masih menjadi masalah utama dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2), terutama pada pasien yang sudah menjalani pengobatan namun tetap mengalami kesulitan menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sehari-hari dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang mendapat pengobatan di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang pada bulan Oktober 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional yang menggunakan dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data variabel gaya hidup sehari-hari diukur menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Septiyani (2020) mencakup aspek pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, dan perilaku merokok. Sedangkan variabel kadar gula darah diukur melalui pemeriksaan gula darah puasa. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki gaya hidup kurang baik sebanyak 59 orang (79,7%) dan kadar gula darah tinggi (>126 mg/dL) sebanyak 62 orang (83,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehari-hari dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 yang mendapat pengobatan. Diharapkan puskesmas melibatkan aktif penderita DM tipe -2 untuk memantau gula darah dan gaya hidup secara mandiri untuk membantu pasien mengontrol kadar gula secara efektif.
Copyrights © 2026