Jaringan irigasi tersier di daerah pertanian sering mengalami ketidakstabilan debit dan penurunan kualitas air yang tidak terpantau secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor elektrik (debit, pH, kekeruhan) pada saluran irigasi tersier di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP8266, sensor aliran YF-S201, sensor pH E-201-C, dan sensor kekeruhan SEN0189. Data dikirim ke platform Blynk dan Thingspeak setiap 5 menit. Pengujian lapangan dilakukan selama 30 hari pada segmen saluran di Desa Suka Maju. Hasil kalibrasi menunjukkan akurasi sensor debit 95,6%, sensor pH 96,2%, dan sensor kekeruhan 94,8% dibandingkan alat ukur standar. Sistem berhasil mengirimkan 98,3% data dengan rata-rata delay 6,2 detik. Mekanisme peringatan dini (notifikasi Telegram) terpicu ketika debit <25 L/detik atau pH <6,0. Implementasi sistem ini meningkatkan efisiensi distribusi air irigasi sebesar 22,5% dibandingkan metode manual. Kesimpulannya, integrasi sensor elektrik dan IoT mampu memberikan solusi pemantauan real-time yang akurat dan andal untuk optimalisasi irigasi tersier di wilayah Sunggal.persampel).
Copyrights © 2026