Kebutuhan infrastruktur jaringan telekomunikasi fiber optik yang andal di era digital menuntut optimalisasi pemantauan jaringan secara penuh. Namun, sering terjadi kesenjangan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM) pemula di Network Operations Center (NOC) dalam menangani troubleshooting secara real-time. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendampingan teknis partisipatif dan experiential learning pada PT Sarana Integrasi Prima (SIPFiber) di Medan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis sasaran dalam memantau sistem (Zabbix, PRTG), menganalisis redaman kabel menggunakan instrumen fiber optik (OTDR, OPM), dan mengelola sistem pelaporan gangguan. Selain itu, tercipta efisiensi waktu penanganan insiden dan peningkatan keterampilan nonteknis seperti kedisiplinan serta komunikasi lintas divisi. Peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk menjamin stabilitas kepuasan pelanggan dan kelancaran operasional industri telekomunikasi, sekaligus membuktikan bahwa integrasi dunia pendidikan dengan praktik lapangan efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja SDM di sektor teknologi informasi.
Copyrights © 2026