Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an masyarakat melalui penerapan Metode Al Husna dan talaqqi berbasis komunitas di PCM Pedan, Klaten. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya tingkat kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat Indonesia, di mana hanya sekitar 44,57% Muslim yang mampu membaca sesuai kaidah tajwid. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui model Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif guru, peserta, dan pengurus PCM dalam perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi Metode Al Husna dan talaqqi efektif meningkatkan kelancaran bacaan dan ketepatan tajwid setelah 6–8 minggu pelaksanaan. Peserta mengalami transformasi motivasi dari sekadar keterpaksaan menjadi keinginan pribadi untuk membaca Al-Qur’an dengan benar, yang menandakan terbentuknya keterikatan afektif dan spiritual. Hambatan utama ditemukan pada aspek kehadiran dan konsistensi, yang dipengaruhi oleh rutinitas rumah tangga dan kondisi cuaca, namun dapat diatasi melalui pengingat rutin, jadwal fleksibel, dan dukungan kelompok sebaya. Secara konseptual, pendekatan Participatory Action Research (PAR) terbukti relevan dalam membangun model pembelajaran adaptif dan kolaboratif berbasis komunitas dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, partisipasi warga, serta melahirkan kader relawan Qur’ani yang berpotensi menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan contoh praktik terbaik (best practice) dalam penguatan literasi Al-Qur’an dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional
Copyrights © 2026