Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluating the Affective Domain in Al-Islam and Muhammadiyah Learning: Methods, Challenges, and Technology-Based Solutions in Muhammadiyah Schools Nurul Latifatul Inayati; Intan Dian Saputri
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.6870

Abstract

The affective domain plays a critical role in shaping students’ character and religious values, especially in Islamic-based educational institutions. In Muhammadiyah schools, Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) learning integrates cognitive understanding with affective development. This study aims to explore how the affective domain is evaluated in AIK learning, the challenges encountered, and the potential of technology-based solutions to enhance assessment practices. A qualitative field study was conducted at SMP Muhammadiyah 1 Surakarta using a phenomenological approach. Data were collected through semi-structured interviews with six school stakeholders, non-participant classroom observations, document analysis, and a supporting quantitative survey involving 52 students and 40 parents. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, ensuring triangulation across sources. The findings reveal that affective evaluation is primarily conducted through behavioral observation of religious practices and daily interactions, supported by parent-teacher collaboration. The use of e-report systems enables real-time tracking of student character development and fosters transparency with parents. Key challenges include diverse student backgrounds, varying levels of family support, and limited digital literacy among some stakeholders. This study highlights the importance of structured, continuous, and collaborative approaches to affective domain evaluation. Technology, when supported by adequate training and infrastructure, can enhance efficiency and consistency in character assessment. The integration of digital tools and the exploration of artificial intelligence (AI) for affective analysis are recommended for future implementation.
HOLISTIC STUDENT MANAGEMENT STRATEGY FOR STRENGTHENING CHARACTER: CASE STUDY AT SMP MUHAMMADIYAH 7 COLOMADU Intan Dian Saputri; Mahasri Shobahiya; Ari Anshori
Proceeding of International Conference of Islamic Education Vol. 3 (2025): Proceeding of International Conference on Islamic Education
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The weak character of students in terms of discipline, responsibility, and empathy is one of the main challenges in education today. The government responded to this problem through SEB No. 1 of 2025 which emphasizes the importance of strengthening character in the school environment through planned and sustainable activities. This study aims to describe the practice of holistic student management at SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, analyze its role in shaping student character, and identify obstacles and opportunities for its implementation. The study used a qualitative approach with a phenomenological method, with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation. The main informant was the Vice Principal for Student Affairs. The results of the study showed that the school implemented comprehensive student management, from planning, organizing, to program evaluation. Activities such as Dhuha prayer, coding, debate, and cadre formation through IPM contributed to shaping the values ​​of religiosity, leadership, discipline, and social responsibility of students. The main obstacles came from the negative influence of the external environment and lack of family involvement, while opportunities were supported by a strong school culture and the active role of students and parents. This study concludes that holistic student management plays a significant role in shaping student character and can be used as a model for implementing sustainable character education
Pelatihan Pemanfaatan AI (Chat Gpt & Gemini) Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Interaktif Berlandaskan Nilai AIK Istanto; Muh. Nur Rochim Maksum; Nurul Latifatul Inayati; Mutohharun Jinan; Zainal Arifin; Sukirman; Mahasri Shobabiya; Arilana Nur Izzi; Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi; Fadhilla Nangroe Anggraini; Intan Dian Saputri; Linda Asmara; Latifah Insani Muslimah Murni; Diah Eka Sulistia Rini; Fahrudin
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.24308

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru melalui pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran interaktif yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di SD Muhammadiyah Tegalgede Karanganyar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar berbasis keagamaan, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengkombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan dalam bentuk workshop dan praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test 58,40 dan post-test 84,60, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Peserta kegiatan berjumlah 18 guru yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesiapan, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI, seperti ChatGPT, Gemini, dan media pembelajaran berbasis gamifikasi, sebagai alat bantu pembelajaran. Implementasi AI di kelas berdampak positif terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan kontekstual. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diintegrasikan secara bijak dan selaras dengan nilai AIK, tanpa menggantikan peran guru sebagai pendidik utama. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran interaktif di sekolah dasar Islam serta dapat menjadi model praktik baik pemanfaatan AI dalam pendidikan dasar berbasis nilai keislaman.
Program Pembelajaran Al-Qur'an Metode Al Husna dan Talaqqi untuk Masyarakat PCM Pedan: Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur'an Intan Dian Saputri
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v6i1.46433

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an masyarakat melalui penerapan Metode Al Husna dan talaqqi berbasis komunitas di PCM Pedan, Klaten. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya tingkat kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat Indonesia, di mana hanya sekitar 44,57% Muslim yang mampu membaca sesuai kaidah tajwid. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui model Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif guru, peserta, dan pengurus PCM dalam perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi Metode Al Husna dan talaqqi efektif meningkatkan kelancaran bacaan dan ketepatan tajwid setelah 6–8 minggu pelaksanaan. Peserta mengalami transformasi motivasi dari sekadar keterpaksaan menjadi keinginan pribadi untuk membaca Al-Qur’an dengan benar, yang menandakan terbentuknya keterikatan afektif dan spiritual. Hambatan utama ditemukan pada aspek kehadiran dan konsistensi, yang dipengaruhi oleh rutinitas rumah tangga dan kondisi cuaca, namun dapat diatasi melalui pengingat rutin, jadwal fleksibel, dan dukungan kelompok sebaya. Secara konseptual, pendekatan Participatory Action Research (PAR) terbukti relevan dalam membangun model pembelajaran adaptif dan kolaboratif berbasis komunitas dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, partisipasi warga, serta melahirkan kader relawan Qur’ani yang berpotensi menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan contoh praktik terbaik (best practice) dalam penguatan literasi Al-Qur’an dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional