Kurangnya literasi pertanian pada anak usia dini di era digital dapat memicu fenomena plant blindness, di mana anak-anak kehilangan koneksi dengan asal-usul pangan dan kelestarian lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis siswa sekolah dasar melalui pelatihan pembibitan tanaman hortikultura di Agroedupark Wagir. Metode yang digunakan adalah learning by doing yang meliputi tiga tahapan utama: penyampaian materi interaktif, praktik langsung pencampuran media tanam serta penyemaian benih, dan evaluasi hasil belajar. Subjek pengabdian adalah siswa Sekolah SDN 1 Jedong, Kec. Wagir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif siswa mengenai jenis tanaman hortikultura dan teknik pembibitan sederhana. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam praktik lapangan mencerminkan tumbuhnya minat terhadap aktivitas pertanian. Sebagai rencana tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program, diterapkan program "Adopsi Bibit Mandiri". Dalam program ini, siswa bertanggung jawab merawat bibit hasil praktik di lingkungan rumah dengan pemantauan berkala melalui buku harian tanaman (logbook). Langkah ini direkomendasikan untuk memperkuat karakter tanggung jawab dan kedekatan emosional siswa terhadap alam. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan ruang publik seperti Agroedupark sebagai sarana edukasi luar ruangan efektif dalam membangun kesadaran agraris sejak dini.
Copyrights © 2026