Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan nilai moderasi beragama sebagai upaya mencegah kekerasan di Pondok Pesantren Al-Ihsan Riau. Penelitian dilatarbelakangi meningkatnya intoleransi dan potensi kekerasan berbasis agama, sehingga diperlukan pembinaan karakter yang sistematis. Pesantren berperan penting menanamkan nilai tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan iātidal (keadilan). Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada 41 santri SMP IT IBS Riau. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama telah diterapkan melalui kurikulum, pembelajaran, budaya asrama, keteladanan ustadz, musyawarah, dan pembinaan karakter. Mayoritas responden memiliki pemahaman baik tentang toleransi, keadilan, keseimbangan, dan hidup damai. Nilai moderasi beragama berkontribusi membentuk sikap sabar, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan konflik melalui dialog. Namun, masih ditemukan potensi kekerasan verbal ringan sehingga diperlukan penguatan aturan, pengawasan, dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama efektif menciptakan lingkungan pesantren yang aman, harmonis, dan minim kekerasan serta dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Copyrights © 2026