Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi hermeneutika filosofis yang dikembangkan oleh Hans-Georg Gadamer dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis di Pesantren Sumatera Thawalib Parabek. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan pendekatan metodologis dalam studi Al-Qur’an dan Hadis yang berorientasi pada transmisi makna tekstual, dan konteks sosial yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket yang melibatkan 41 responden yang terdiri dari santri dan tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hermeneutika Gadamer dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis berlangsung secara substantif. Pembelajaran tetap bertumpu pada metodologi tafsir klasik melalui penggunaan kitab turats dan qawā‘id lughawiyyah. Namun demikian, proses pembelajaran juga memberikan ruang dialog antara warga pesantren terhadap makna teks dalam konteks kehidupan kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan adanya perjumpaan antara. horizon tradisi keilmuan pesantren, dan horizon pengalaman aktual santri yang mencerminkan konsep fusion of horizons dalam hermeneutika Gadamer. Selain itu, kesadaran terhadap kesinambungan tradisi keilmuan juga mencerminkan konsep Wirkungsgeschichte, sementara pengalaman dan latar belakang santri dalam memahami teks menunjukkan adanya dimensi Vorverständnis. Integrasi tersebut menghasilkan model pembelajaran yang menekankan transmisi pengetahuan normatif, serta terbentuknya kesadaran interpretatif yang reflektif, dan mampu menghadirkan pemahaman keagamaan yang tetap berakar pada turats juga relevan dengan dinamika masyarakat modern
Copyrights © 2026