Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, namun edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan pondok pesantren masih terbatas akibat minimnya akses informasi, anggapan bahwa topik tersebut bersifat tabu, serta belum tersedianya program edukasi yang terstruktur. Kondisi tersebut juga ditemukan di Pondok Pesantren Nuruddin, Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri tentang kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi berbasis nilai Islam, membentuk kader santri sehat sebagai peer educator, serta menghasilkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pihak pesantren, penyuluhan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pemutaran video edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan juga mencakup pelatihan dan pembentukan kader santri sehat. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan santri meningkat dari 51,3 pada pre-test menjadi 81,3 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 30 poin. Selain itu, terbentuk 10 kader santri sehat yang dipersiapkan sebagai pendidik sebaya, serta dihasilkan modul, leaflet, poster, dan video edukasi berbasis nilai Islam sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang mengintegrasikan pendekatan partisipatif, peer education, dan nilai-nilai Islam efektif meningkatkan pengetahuan santri sekaligus mendukung keberlanjutan promosi kesehatan reproduksi di lingkungan pondok pesantren
Copyrights © 2026