Nagari Sungai Landia mengalami kerusakan konektivitas dan penurunan ekonomi pertanian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun 2025, sehingga memerlukan solusi infrastruktur yang adaptif dan berkelanjutan. Program ini menerapkan metode pemberdayaan partisipatif berbasis kolaborasi interdisipliner dalam pembangunan jembatan non-beton menggunakan material lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tiga unit jembatan utama berhasil dibangun, mampu memulihkan lebih dari 80% akses lahan pertanian, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan resiliensi sosial masyarakat. Dengan demikian, inovasi jembatan non-beton terbukti efektif sebagai solusi pemulihan ekonomi pascabencana yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah terdampak lainnya.
Copyrights © 2026