Ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan heritage perkotaan menghadapi tantangan ganda antara pemenuhan kebutuhan ruang publik dan pelestarian karakter historis kawasan. Kelurahan Baluwarti, sebuah permukiman bersejarah di dalam tembok Keraton Surakarta, memiliki beberapa lahan RTH yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghasilkan produk redesain RTH yang sesuai dengan karakter kawasan heritage Baluwarti melalui empat tahap: pengumpulan data lapangan, pembuatan desain, konsultasi partisipatif bersama pihak kelurahan, serta evaluasi dan finalisasi desain. Kegiatan ini menghasilkan tiga produk redesain yaitu taman depan, dan samping Kantor Kelurahan Baluwarti, serta Taman Mangkuyudan, yang menerapkan elemen kontekstual seperti ornamen gunungan, panel dinding bermotif batik, papan informasi berarsitektur Jawa, serta penataan pencahayaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan redesain kontekstual mampu mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak terkelola menjadi ruang publik yang estetis, fungsional, dan memperkuat identitas budaya kawasan Baluwarti.
Copyrights © 2026