Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Exploring Architectural Attributes of Javanese Dwellings: A Case Study of Mr. Maryanto’s Century-Old House Kesit Himawan Setyadji; Mohamad Muqoffa; Avi Marlina; Ayu Edhi Sri Wulansari; Rendy Adhi Rachmanto; Suyitno; Novi Caroko; Mirza Yusuf; Basuki
Journal of Architecture & Environment Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Center for Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v23i1.a22100

Abstract

This paper examines the architectural characteristics of Javanese houses and investigates the factors that influence their development and evolution. The study focuses on Mr. Maryanto’s house, a third-generation inhabitant of the house, which is estimated to be more than a century old. The research delves into the historical transformations of the house's structure and materials, particularly the “usuk” and “reng” replacements. Additionally, it explores the presence of unique ornamental features, such as the “naga” motifs on the “dhadha peksi”, which is unusual for rural houses. The paper analyzes the spatial layout and function of the rooms within the house, revealing the significance of factors like cultural traditions, economic conditions, and environmental adaptations in shaping Javanese house architecture.
Identifikasi Distinctiveness sebagai Faktor Pembentuk Place Identity di Kampung Kauman Surakarta Aminaturosyida Rahma Wardhani; Avi Marlina; Untung Joko Cahyono
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 23, No 2 (2025): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v23i2.109103

Abstract

Identification of Distinctiveness as a Factor in Shaping Place Identity at Kampong Kauman SurakartaRegardless of its scale, each place has an identity shaped by defining attributes, including its distinctiveness. Kauman Surakarta is a historic area that is increasingly pressured by modernization and shifting community lifestyles, potentially diminishing its distinct character. Therefore, identifying the distinctive elements that continue to shape the identity of Kauman Surakarta is essential. This study employs a quantitative approach through the distribution of questionnaires to visitors. The findings show that the Grand Mosque ranks as the primary landmark of Kauman Surakarta, and visitors demonstrate a relatively strong awareness of its unique features. The narrow alleys, heritage walks, and traditional hand-drawn batik products emerge as the most appealing characteristics. Visitors reported positive impressions that encourage their intention to return. These results are expected to support stakeholders in ensuring the sustainability and preservation of Kauman Surakarta’s identity.
Redesain Sudut Jalan sebagai Ruang Terbuka Hijau Kontekstual di Kawasan Heritage Baluwarti Surakarta Dwi Putri Mujtahidah; Daruningrum Baitsatulhaq Inhardy; Sergeiy Hristosvati; Fransisca Ayu Gracia; Faiz Hanuraga Febrianta Prayudhi; Avi Marlina
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1369

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan heritage perkotaan menghadapi tantangan ganda antara pemenuhan kebutuhan ruang publik dan pelestarian karakter historis kawasan. Kelurahan Baluwarti, sebuah permukiman bersejarah di dalam tembok Keraton Surakarta, memiliki beberapa lahan RTH yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghasilkan produk redesain RTH yang sesuai dengan karakter kawasan heritage Baluwarti melalui empat tahap: pengumpulan data lapangan, pembuatan desain, konsultasi partisipatif bersama pihak kelurahan, serta evaluasi dan finalisasi desain. Kegiatan ini menghasilkan tiga produk redesain yaitu taman depan, dan samping Kantor Kelurahan Baluwarti, serta Taman Mangkuyudan, yang menerapkan elemen kontekstual seperti ornamen gunungan, panel dinding bermotif batik, papan informasi berarsitektur Jawa, serta penataan pencahayaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan redesain kontekstual mampu mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak terkelola menjadi ruang publik yang estetis, fungsional, dan memperkuat identitas budaya kawasan Baluwarti.
Sosialisasi Teknologi Tepat Guna untuk Mendorong Pengurangan Sampah Organik di Kelurahan Baluwarti Tri Joko Daryanto; Avi Marlina; Untung Joko Cahyono; Ummul Mustaqimah
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga masih menjadi isu penting di kawasan permukiman padat Baluwarti, Surakarta. Sistem pengelolaan sampah yang berjalan umumnya masih didominasi pola kumpul-angkut-buang, dengan pemilahan sampah organik dan anorganik yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah organik dari sumber melalui sosialisasi teknologi tepat guna berbasis rumah tangga. Metode kegiatan meliputi observasi awal, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, demonstrasi komposter ember, biopori, dan eco enzyme. Kegiatan diikuti oleh 76 peserta, yang terdiri atas perwakilan RT/RW, PKK, pegiat lingkungan, tim bank sampah, LPMK,  Karang Taruna, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dari peserta, terlihat dari keaktifan dalam diskusi, ketertarikan terhadap materi aplikatif, serta minat mencoba teknologi yang mudah diterapkan di rumah. Komposter ember menjadi teknologi yang paling diminati karena sederhana, murah, dan sesuai untuk skala rumah tangga. Eco enzyme dan biopori juga mendapat perhatian sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik dan solusi lingkungan berbasis pekarangan atau fasilitas komunal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi langsung dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 12, dan SDG 17, melalui edukasi lingkungan dan kolaborasi multipihak.