Persoalan softskill berkaitan dengan bentuk komunikasi yang tidak formal dan kurang menghargai waktu menjadi hal-hal yang kurang dipersiapkan secara matang oleh masyarakat Desa Upomela Kabupaten Gorontalo dalam mencari kerja atau saat sementara bekerja. Kurang siapnya pekerja dan calon pekerja terhadap softskill yang dimiliki berdampak pada para angkatan kerja yang mengajukan lamaran pekerjaan selalu gagal dalam proses wawancara. Sementara itu bagi angkatan kerja yang sementara bekerja mengalami kendala terhadap pola komunikasi dalam tim maupun terhadap pimpinan. Atas dasar hal tersebut, maka dilakukan pelatihan softskill kepada angkatan kerja dalam mempersiapkan calon pekerja ketika masyarakat desa Upomela saat sedang bekerja atau bahkan baru memulai untuk bekerja. Pelatihan softskill ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yakni penyampaian materi softskill oleh setiap perwakilan, sesi tanya jawab dengan peserta, penyampaian pengalaman dalam bekerja, hingga simulasi wawancara saat melamar pekerjaan. Kegiatan yang dilaksanakan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat (khususnya para angkatan kerja) dan pemerintah desa, dimana angkatan kerja akan lebih mudah dalam mempersiapkan dirinya dalam dunia pekerjaan sekaligus mengetahui hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan saat mendaftar kerja dan saat bekerja.
Copyrights © 2026