Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan di era digital menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses terhadap teknologi, pergeseran pola belajar yang semakin individualistis, serta upaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan teknologi. Artikel ini mengeksplorasi relevansi dan kendala dalam penerapan pemikiran tersebut, yang menekankan pentingnya perpaduan antara ilmu agama dan pengetahuan umum untuk membentuk generasi yang berkarakter, berwawasan luas, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi beberapa solusi, termasuk pelatihan untuk tenaga pendidik, pembaruan kurikulum, peningkatan fasilitas pendidikan, serta dukungan kebijakan pemerintah. Dengan penerapan strategi yang tepat, pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dapat tetap menjadi fondasi bagi pendidikan yang relevan, inklusif, dan bermakna di era digital.
Copyrights © 2026