Objek Wisata Tenjo Laut di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang besar, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berada di bawah 3.000 orang per bulan dan berfluktuasi di luar musim liburan. Kondisi tersebut bersumber dari minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran, rendahnya kapasitas digital pengelola, serta belum tersedianya sistem pendataan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berbasis Community Based Tourism. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi, pada 14 Juli–20 September 2025 dengan melibatkan seluruh 15 anggota Pokdarwis Tenjo Laut. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan verifikasi luaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan empat luaran utama, yaitu satu katalog digital destinasi, satu akun media sosial resmi, satu kalender konten bulanan, dan satu sistem pendataan pengunjung berbasis digital yang menggantikan pencatatan manual berbasis tiket terjual. Hasil evaluasi menunjukkan mitra mampu mengoperasikan media promosi digital, menyusun konten secara terjadwal, serta menerapkan pendataan pengunjung yang lebih terstruktur dibandingkan kondisi sebelum kegiatan. Dampak terhadap jumlah kunjungan belum dapat disimpulkan karena periode pengamatan pascakegiatan masih terbatas. Implementasi DCEP diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola destinasi berbasis komunitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 8, 9, dan 11.
Copyrights © 2026