Brazilin dan brazilein merupakan dua senyawa homoisoflavonoid utama yang ditemukan dalam secang (Caesalpinia sappan L.). Transformasi oksidatif brazilin menjadi brazilein diketahui meningkatkan aktivitas biofarmasi yang penting, termasuk efek antioksidan, antikanker, dan antidiabetik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai proses konversi ini menjadi kunci dalam pengembangan produk herbal standar dan fitofarmaka. Biotransformasi mikroba menawarkan pendekatan yang lebih selektif, efisien, dan aman, dibandingkan dengan metode oksidasi kimia konvensional. Ulasan artikel ini menyajikan rangkuman komprehensif mengenai dasar kimia dan biokimia konversi brazilin menjadi brazilein, termasuk mekanisme oksidasi serta faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi transformasi. Ulasan ini juga menghimpun perkembangan penelitian global terkait biotransformasi menggunakan bakteri dan fungi, dengan menyoroti potensi genera seperti Aspergillus, Penicillium, Rhizopus, Streptomyces, Bacillus, serta berbagai mikroba endofit yang menunjukkan kemampuan oksidasi terhadap senyawa fenolik. Selain itu, ulasan ini mengidentifikasi prospek besar yang ditawarkan oleh keanekaragaman mikroorganisme Indonesia, yang berasal dari ekosistem mangrove, gambut, hutan tropis, serta berbagai tanaman obat endofitik. Kekayaan biodiversitas ini berpotensi menjadi sumber enzim oksidatif baru dan strain unggul untuk biokatalisis. Di sisi lain, tantangan seperti minimnya karakterisasi mikroorganisme lokal, keterbatasan data genomik, dan belum optimalnya platform fermentasi masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Dengan demikian, pengembangan teknologi biotransformasi berbasis mikroorganisme lokal dapat memperkuat nilai tambah secang, mendukung kemandirian bahan baku obat alam, serta mendorong kemajuan inovasi bioteknologi bahan alam di tingkat nasional dan global.
Copyrights © 2026