Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid, yang memiliki potensi aktivitas antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan antijerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin terhadap sifat fisik krim ekstrak etanol daun pandan wangi, serta menentukan formula dengan tingkat stabilitas fisik terbaik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam tiga variasi formula, yaitu F1 (8% : 2%), F2 (10% : 3%), dan F3 (12% : 4%). Pengujian stabilitas fisik mencakup pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dalam climatic chamber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula tidak mengalami perubahan pada warna, aroma, maupun bentuk sediaan. Rata-rata nilai pH mengalami sedikit peningkatan dari 5,03 menjadi 5,31, viskositas menurun dari 37.000 cPs menjadi 30.000 cPs, daya sebar relatif stabil dari 5,23 cm menjadi 5,19 cm, dan daya lekat mengalami penurunan ringan dari 6,4 detik menjadi 6 detik. Secara umum, perubahan tersebut masih berada dalam rentang yang dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan formula F3 menunjukkan stabilitas fisik yang paling optimal.