Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang merupakan sentra produsen slondok yang tengah menghadapi tantangan serius berupa menurunnya jumlah produsen aktif akibat faktor usia dan minimnya regenerasi. Situasi ini mendorong para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih bijak. Dalam konteks tersebut, penerapan Frugal Living menjadi pola hidup yang muncul secara alamiah sebagai strategi bertahan dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penerapan dan latar belakang Frugal Living yang dilakukan oleh para produsen slondok di desa tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Desa Plosogede dan melibatkan produsen aktif sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frugal Living diterapkan melalui pengendalian pengeluaran, pemanfaatan limbah produksi, dan gaya hidup sederhana yang didasari pertimbangan rasional. Pola ini terbukti membantu keberlangsungan usaha sekaligus mencerminkan kearifan lokal dalam menyikapi tantangan ekonomi.
Copyrights © 2025