Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pedagogis guru matematika setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Pedagogy) melalui perspektif fallibilisme dan konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas sembilan guru matematika sekolah dasar dan sekolah menengah di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Pembelajaran Mendalam mendorong perubahan praktik pembelajaran dari pendekatan prosedural menuju pembelajaran yang lebih reflektif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Guru mulai menerapkan diskusi kelompok, soal kontekstual, media digital, aktivitas eksploratif, dan pertanyaan reflektif dalam pembelajaran matematika. Selain itu, guru mulai memandang kesalahan sebagai bagian dari proses belajar dan sarana memahami proses berpikir siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik pembelajaran konstruktivis mulai berkembang melalui aktivitas kolaboratif dan eksplorasi strategi penyelesaian masalah matematika. Namun, implementasi pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, keberagaman kemampuan siswa, dan kebutuhan pendampingan lanjutan.
Copyrights © 2026