Penyakit akibat kerja masih menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi tenaga kesehatan karena tingginya risiko paparan bahaya biologis, kimia, fisik, dan ergonomi selama memberikan pelayanan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan upaya penting untuk mengurangi risiko tersebut, namun tingkat kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakan APD masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian penyakit akibat kerja pada tenaga kesehatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilaksanakan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ) untuk artikel yang diterbitkan pada tahun 2014–2025. Seleksi artikel menggunakan pendekatan PICO serta penilaian kualitas dilakukan dengan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD berhubungan secara signifikan dengan penurunan kejadian penyakit akibat kerja, termasuk infeksi COVID-19, tuberkulosis, hepatitis, infeksi nosokomial, dermatitis kontak, dan gangguan saluran pernapasan. Kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi pengetahuan, sikap, persepsi risiko, budaya keselamatan kerja, ketersediaan APD, kenyamanan penggunaan, pelatihan, pengawasan, serta dukungan organisasi. Disimpulkan bahwa kepatuhan penggunaan APD merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko penyakit akibat kerja pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperkuat penyediaan APD, pelatihan berkelanjutan, pengawasan, serta budaya keselamatan kerja guna meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026