Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh scarcity marketing dan emotional branding terhadap perilaku impulse buying merchandise Seventeen di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan penggemar Seventeen dan pernah membeli merchandise official melalui Weverse atau Pop-Up Store. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan meggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa scarcity marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulse buying dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung sebesar 6,897. Emotional branding juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulse buying dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung 5,051. Secara simultan, scarcity marketing dan emotional branding berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulse buying dengan nilai F hitung sebesar 64,924 dan signifikansi 0,000. Nilai adjusted R Square sebesar 0,574 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan perilaku impulse buying sebesar 57,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi kelangkaan dan keterikatan emosional terhadap merek merupakan faktor penting yang mendorong impulse buying merchandise K-Pop, khususnya pada penggermar Seventeen di Kota Makassar.
Copyrights © 2026