Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan konvensional sehingga kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Inquiry Learning berbantuan Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Tata Surya di kelas V MI Miftahul Ulum Waringinsari. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,5820 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,2435 (kategori rendah). Temuan tersebut menunjukkan bahwa model Inquiry Learning berbantuan Augmented Reality efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA materi Tata Surya di sekolah dasar.
Copyrights © 2026