Permasalahan yang dihadapi guru sekolah dasar adalah rendahnya keterampilan dalam mengelola konflik sosial-emosional siswa dan kurangnya pemahaman tentang regulasi emosi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya resiliensi sosial siswa yang seharusnya menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Conflict Social Learning berbasis social imagination dan regulasi emosi dalam meningkatkan keterampilan guru serta resiliensi sosial siswa. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek uji coba dalam pengabdian ini adalah guru SMP dengan jumlah total 75 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pre-test, post-test, jurnal reflektif, dan survei kepuasan dengan instrumen berupa lembar observasi, angket, serta rubrik penilaian keterampilan guru. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai 80% setelah pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa penerapan Conflict Social Learning berbasis regulasi emosi dan media digital sederhana efektif dalam mencapai tujuan Pengabdian. Simpulan Pengabdian menegaskan bahwa strategi pembelajaran ini mampu menjawab permasalahan rendahnya keterampilan guru dalam manajemen konflik sekaligus meningkatkan resiliensi sosial siswa. Implikasi Pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas guru berbasis pendekatan sosial-emosional dan teknologi sederhana dapat menjadi solusi inovatif untuk menciptakan iklim kelas yang sehat dan kondusif.
Copyrights © 2025