p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal WIDYA LAKSANA
Putu Lanny Kristina Putri
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Model Conflict Social Learning Berbasis Social Imagination dan Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Keterampilan Mengajar dan Mereduksi Kasus Bunuh Diri Ida Bagus Putra Manik Aryana; I Wayan Sujana; I Gede Wahyu Suwela Antara; Putu Lanny Kristina Putri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103572

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru sekolah dasar adalah rendahnya keterampilan dalam mengelola konflik sosial-emosional siswa dan kurangnya pemahaman tentang regulasi emosi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya resiliensi sosial siswa yang seharusnya menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Conflict Social Learning berbasis social imagination dan regulasi emosi dalam meningkatkan keterampilan guru serta resiliensi sosial siswa. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek uji coba dalam pengabdian ini adalah guru SMP dengan jumlah total 75 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pre-test, post-test, jurnal reflektif, dan survei kepuasan dengan instrumen berupa lembar observasi, angket, serta rubrik penilaian keterampilan guru. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai 80% setelah pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa penerapan Conflict Social Learning berbasis regulasi emosi dan media digital sederhana efektif dalam mencapai tujuan Pengabdian. Simpulan Pengabdian menegaskan bahwa strategi pembelajaran ini mampu menjawab permasalahan rendahnya keterampilan guru dalam manajemen konflik sekaligus meningkatkan resiliensi sosial siswa. Implikasi Pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas guru berbasis pendekatan sosial-emosional dan teknologi sederhana dapat menjadi solusi inovatif untuk menciptakan iklim kelas yang sehat dan kondusif.
Menumbuhkan Curiosity dan Lifelong Learning dalam Ekosistem Pendidikan Adaptif untuk Meningkatkan Literasi Kritis dan Ketahanan Masyarakat pada Disrupsi Digital Made Dharma Susena Suyasa; Kadek Yogi Parta Lesmana; Alexander Hamonangan Simamora; Putu Lanny Kristina Putri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.104332

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital yang merupakan wilayah pinggiran dengan keterbatasan sarana teknologi, rendahnya kesiapan sosial masyarakat, serta minimnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan digital yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital guru, siswa, dan orang tua melalui pelatihan terpadu, penerapan modul ajar digital, serta pembentukan forum komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek yang terlibat terdiri atas guru, siswa, dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa tes literasi digital dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil utama kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital siswa dengan 80% peserta mengalami kenaikan skor. Sebanyak 85% guru berhasil meningkatkan kompetensi dalam merancang dan menerapkan modul ajar digital berbasis literasi kritis. Orang tua menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif melalui forum komunikasi digital yang dibentuk. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis pelatihan dan pendampingan efektif memperkuat ekosistem literasi digital. Implikasinya, model pengabdian ini dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mengurangi ketimpangan digital.