Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital yang merupakan wilayah pinggiran dengan keterbatasan sarana teknologi, rendahnya kesiapan sosial masyarakat, serta minimnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan digital yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital guru, siswa, dan orang tua melalui pelatihan terpadu, penerapan modul ajar digital, serta pembentukan forum komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek yang terlibat terdiri atas guru, siswa, dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa tes literasi digital dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil utama kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital siswa dengan 80% peserta mengalami kenaikan skor. Sebanyak 85% guru berhasil meningkatkan kompetensi dalam merancang dan menerapkan modul ajar digital berbasis literasi kritis. Orang tua menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif melalui forum komunikasi digital yang dibentuk. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis pelatihan dan pendampingan efektif memperkuat ekosistem literasi digital. Implikasinya, model pengabdian ini dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mengurangi ketimpangan digital.