Rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian karena masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan melakukan perhitungan. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton sehingga kurang mampu memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih aktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana metode jarimatika dapat membantu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam materi perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup besar: dari rata-rata 57,95 dan ketuntasan 51,28% pada siklus I, menjadi 85,64 dan ketuntasan 92,31% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa metode jarimatika efektif untuk membantu siswa memahami perkalian. Temuan ini memberi gambaran bahwa penggunaan media konkret seperti jari tangan dapat menjadi strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat di kelas matematika sekolah dasar.
Copyrights © 2025