Permasalahan limbah plastik rumah tangga, terutama galon bekas air minum seperti Le Minerale, semakin meningkat dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) masih belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukatif dan praktis untuk mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tanaman obat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan galon bekas sebagai pot TOGA yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan tentang pengelolaan limbah plastik dan manfaat TOGA, demonstrasi pembuatan pot dari galon bekas, serta praktik langsung penanaman tanaman obat. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan pendampingan langsung, dan dievaluasi melalui observasi keterampilan serta respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengelola limbah plastik dan keterampilan mengolah galon bekas menjadi pot TOGA yang fungsional. Selain itu, masyarakat lebih termotivasi memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman obat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan galon bekas sebagai pot TOGA merupakan solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk mengurangi limbah plastik serta mendukung kemandirian keluarga dalam penyediaan tanaman obat. Kata kunci: limbah plastik, galon bekas, TOGA, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan.
Copyrights © 2026