Enfermeria Ciencia
Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 4, Nomor 1, Mei 2026

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TENTANG PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DALAM PRAKTIK SWAMEDIKASI

Iil Dwi Lactona (Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Dian Husada)
Indrawati Indrawati (Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Dian Husada)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Swamedikasi menggunakan obat analgesik merupakan praktik umum yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi nyeri ringan, namun pemahaman yang kurang memadai dapat menimbulkan risiko kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan konsumen tentang penggunaan obat analgesik dalam swamedikasi di Apotek "X" Bangsal Kabupaten Mojokerto berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, dan latar belakang pendidikan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen yang membeli obat analgesik di Apotek "X" Bangsal Kabupaten Mojokerto selama periode satu bulan sebanyak 1.238 orang. Sampel penelitian sebanyak 302 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan swamedikasi yang mencakup indikator pemilihan obat, ketepatan dosis dan aturan pakai, informasi dan indikasi, efek samping, serta cara penyimpanan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi oleh kategori cukup yaitu 120 orang (39,7%). Berdasarkan jenis kelamin, responden perempuan berjumlah 182 orang (60,3%) dan laki-laki 120 orang (39,7%), dengan proporsi pengetahuan baik pada laki-laki (17,5%) sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan (15,4%). Berdasarkan usia, kelompok 21-30 tahun merupakan kelompok terbanyak (53,6%) dan memiliki proporsi pengetahuan baik tertinggi (17,3%) yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Berdasarkan latar belakang pendidikan, responden dengan pendidikan SMA mendominasi (49,7%) dan terdapat kecenderungan peningkatan pengetahuan baik seiring dengan tingginya tingkat pendidikan.  Secara umum tingkat pengetahuan konsumen tentang swamedikasi di Apotek "X" Bangsal Kabupaten Mojokerto masih berada pada kategori cukup hingga kurang, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan yang lebih intensif, komunikatif, dan berkelanjutan dari tenaga kefarmasian untuk mendorong praktik swamedikasi yang lebih aman, rasional, dan bertanggung jawab

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ec

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Media publikasi ilmiah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, farmasi, kesehatan masyarakat, keselamatan dan kesehatan kerja, serta jenis ilmu lain / scope yang mendukung ...