Enzim pepaya pertama kali dinamai pada akhir abad ke-19 oleh Wurtz dan Bouchut, yang berhasil memurnikan sebagian komponen dari getah pepaya dan mengidentifikasinya sebagai salah satu konstituen utama dalam lateks buah pepaya tropis. Aktivitas papain dilaporkan lebih tinggi apabila diekstraksi dari buah pepaya yang berwarna hijau atau masih muda. Salah satu metode yang digunakan untuk kristaliasi papain adalah metode salting out. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan hasil-hasil penelitian terdahulu terkait kristalisasi enzim papain menggunakan metode salting out berdasarkan berbagai parameter proses. Proses kristalisasi papain diantaranya yaitu proses isolasi papain diawali dengan pengolahan getah pepaya untuk memperoleh ekstrak kasar enzim. Ekstrak tersebut selanjutnya dimurnikan menggunakan metode salting out melalui penambahan ammonium sulfat secara bertahap sehingga diperoleh beberapa fraksi protein berdasarkan tingkat kejenuhan. Setiap fraksi dipisahkan dengan sentrifugasi dan dilarutkan kembali dalam buffer yang sesuai, kemudian dianalisis untuk menentukan fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi. Fraksi terpilih selanjutnya digunakan dalam proses kristalisasi papain dengan variasi tingkat kejenuhan ammonium sulfat dan kondisi suhu hingga terbentuk kristal enzim, yang kemudian dikarakterisasi berdasarkan aktivitas proteasenya. Hasil kristalisasi menunjukan aktivitas spesifik tertinggi yaitu pada fraksi 40-80%, 60-80%, dan 80%.
Copyrights © 2026