Siswa sekolah dasar dengan latar belakang keluarga broken home cenderung menghadapi berbagai permasalahan akademik dan psikososial akibat ketidakharmonisan keluarga, khususnya setelah perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik siswa broken home di SD X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan guru kelas dan dokumentasi sekolah. Subjek penelitian melibatkan 16 siswa yang berasal dari keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperlihatkan rendahnya kepedulian terhadap pembelajaran, gangguan konsentrasi, serta ketidakstabilan emosi yang berkaitan dengan minimnya perhatian, pengawasan, dan dukungan emosional dari keluarga. Namun, ditemukan pula sebagian kecil siswa yang tetap menunjukkan prestasi belajar dan keaktifan di sekolah, meskipun pada momen tertentu yang melibatkan figur orang tua mereka menampilkan respons emosional seperti sedih dan malu. Temuan ini memberikan gambaran bahwa kondisi broken home tidak selalu berdampak seragam pada siswa, tetapi sangat dipengaruhi oleh pengalaman emosional dan lingkungan pendukung yang dimiliki anak.
Copyrights © 2026