Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi terhadap aktivitas fisik pada anak remaja dengan menggunakan teori Self-Determination Theory yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan (1985) sebagai landasan teoritis. Penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai jenis motivasi tersebut memengaruhi partisipasi individu dalam aktivitas fisik. Data dikumpulkan dari 145 partisipan berusia 16–18 tahun menggunakan Sport Motivation Scale dan Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire untuk mengukur tingkat motivasi dan aktivitas fisik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, yang didorong oleh rasa senang dan ketertarikan pribadi terhadap aktivitas, memiliki peran penting dalam mempertahankan konsistensi aktivitas fisik dalam jangka panjang. Motivasi ekstrinsik, yang berkaitan dengan penghargaan eksternal seperti pengakuan atau persetujuan dari orang lain, juga berpengaruh terhadap aktivitas fisik, meskipun dengan tingkat pengaruh yang lebih rendah. Sebaliknya, amotivasi yang ditandai dengan rendahnya niat dan keyakinan individu untuk terlibat dalam aktivitas fisik memberikan pengaruh negatif terhadap tingkat aktivitas fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan motivasi intrinsik untuk meningkatkan keterlibatan jangka panjang dalam aktivitas fisik. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan intervensi yang efektif guna mendorong partisipasi aktivitas fisik secara rutin pada dewasa muda sehingga dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Copyrights © 2026