Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kapasitas VO2Max atlet rumpun bela diri di Sentra Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Berprestasi Daerah (SPOBDA) Provinsi Jambi. Kondisi fisik yang optimal merupakan faktor penentu utama performa atlet dalam menjaga stabilitas stamina hingga akhir pertandingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 24 atlet remaja berusia 12 hingga 18 tahun dari tujuh cabang olahraga bela diri. Data dikumpulkan melalui instrumen Multi-Stage Fitness Test (MFT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas VO2Max atlet berada pada level 8.33 dengan variasi kategori kemampuan dari tingkat "kurang sekali" hingga "sempurna". Temuan ini secara jelas mengindikasikan bahwa kondisi fisik atlet belum mencapai tingkat optimal yang seragam, sehingga diperlukan pendekatan sport science yang jauh lebih sistematis dalam menyusun periodisasi latihan berbasis data. Evaluasi fisik berkala dan program latihan interval yang terukur menjadi langkah mendesak guna meningkatkan daya tahan kardiorespiratori atlet agar mereka mampu mencapai performa puncak di setiap kejuaraan nasional. Selain itu, sinkronisasi beban latihan antara tuntutan akademik sekolah dan kewajiban asrama perlu diperhatikan secara serius oleh pihak manajemen SPOBDA agar efektivitas pemulihan fisik atlet dapat terjaga dengan lebih konsisten dan maksimal.
Copyrights © 2026